Penyebab Dan Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah

klinikabar.com, Penyebab Dan Cara Mengobati Penyakit Kaki GajahP - Apa itu Penyakit Kaki Gajah? Penyakit kaki gajah atau Filariasis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin pada laki-laki maupun perempuan.

Penyakit Kaki Gajah



Gambar Penyebab Dan Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah




Penyakit kaki gajah ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva yang akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.

Etiologi Atau Penyebab Penyakit Kaki Gajah


Penyakit kaki gajah pada umumnya terdapat pada daerah tropis, penyebabnya adalah infeksi oleh sekelompok cacing nematoda parasit yang tergabung dalam superfamilia filaroida. Penyakit kaki gajah ini disebabkan oleh 3 spesies cacing filarial  yaitu :
  • Wuchereria Bancrofti
  • Brugia Malayi
  • Brugia Timori

Cacing tersebut menyerupai benang dan hidup dalam tubuh manusia terutama dalam kelenjar getah bening dan darah. infeksi cacing ini menyerang jaringan viscera, parasit ini termasuk ke dalam superfamily filarioidea, family onchocercidae.

Cacing tersebut dapat hidup dalam kelenjar getah bening manusia selama 4-6 tahun dan dalam tubuh manusia cacing dewasa betina menghasilkan jutaan anak cacing (mikrofilaria) yang beredar dalam darah terutama pada malam hari.

Patofisiologi Penyakit Kaki Gajah

Filariasis atau kaki gajah mempunyai siklus hidup bifasik dimana perkembangan larva terjadi pada nyamuk (intermediate host). Pada tubuh penderita infeksi diawali pada saat nyamuk infektif menggigit manusia, maka larva L3 akan keluar dari probisnya, kemudian masuk melalui bekas luka gigitan nyamuk menembus dermis dan bergerak menuju sistem limfe, larva L3 akan berubah menjadi larva L4 pada hari 9-14 setelah infeksi dan akan mengalami perkembangan menjadi cacing dewasa dalam 6-12 bulan, setelah inseminasi, zigot berkembang menjadi mikrofilaria.

Cacing betina dewasa aktif bereproduksi selama lebih kurang 5 tahun. Cacing dewasa berdiam di pembuluh limfe dan menyebabkan pembuluh berdilatasi, sehingga memperlambat aliran cairan limfe.

Sejumlah besar cacing dewasa ditemukan pada saluran limfe ekstremitas bawah, ekstremitas atas dan genitalia pria. Nyamuk menghisap mikrofilaria bersamaan saat menghisap darah. dalam beberapa jam, mikrofilaria menembus dinding lambung, melepaskan selubung atau sarungnya dan bersarang diantara otot-otot toraks.

Pada awalnya parasit ini memendek menyerupai sosis dan disebut larva stadium 2 (L2) dan antara hari 11 dan 13, L2 berubah menjadi L3 atau larva infektif. Bentuk ini sangat aktif, awalnya bermigrasi ke rongga abdomen kemudian ke kepala dan alat tusuk nyamuk. 

Hingga saat ini telah teridentifikasi 23 spesies nyamuk dari 5 genus yaitu : mansonia. anopheles, culex, aedes dan armigeres yang menjadi vektor filariasis.

Manifestasi Klinis Atau Gejala Penyakit Kaki Gajah

  1. Dengan berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah melakukan pekerjaan berat.
  2. Perkembangan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerah-merahan, panas dan sakit.
  3. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan ke arah ujung kaki atau ujung lengan.
  4. Filarial abses akibat sering menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah serta mengeluarkan nanah serta darah.
  5. Pembesaran tungkai, lengan, payudara, alat kelamin yang terlihat tegak kemerahan dan terasa panas.
  6. Gejala klinis yang kronis berupa pembesaran yang menetap pada tungkai, lengan, payudara dan alat kelamin.

Komplikasi Penyakit Kaki Gajah

  1. Cacat menetap pada bagian tubuh yang terkena
  2. Elephantiasis tungkai
  3. Limfedema : infeksi wuchereria mengenai kaki dan lengan, skrotum, alat kelamin, vulva vagina dan payudara
  4. Hidrokel
  5. Kiluria : kencing seperti susu karena bocornya atau pecahnya saluran limfe.

Diagnosa Keperawatan Penyakit Kaki Gajah

  1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan peradangan pada kelenjar getah bening
  2. Nyeri berhubungan dengan pembengkakan kelenjar limfe
  3. Harga diri rendah berhubungan dengan perubahan pada fisik
  4. Mobilitas fisik terganggu berhubungan dengan pembengkakan pada anggota tubuh
  5. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan bakteri, defisit imun, lesi pada kulit.

Pemeriksaan Penunjang Penyakit Kaki Gajah

1. Pemeriksaan Diagnostik
a. Diagnostik klinis ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan klinis. diagnostik klinik penting dalam menentukan angka kesakitan akut dan menahun
b. Diagnosis parasitologi ditegakkan dengan ditemukannya mikrofilaria pada pemeriksaan darah kapiler pada malam hari.

2. Radiodiagnosis
Pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG) pada skrotum dan kelenjar limfe inguinal akan memberikan gambaran cacing yang bergerak-gerak.

3. Diagnosis Imunologi
Dengan cara imunodiagnosis diharapkan dapat menunjang diagnosis.

Cara Mencegah Penyakit Kaki Gajah

  • Pengendalian vektor, pemberantasan tempat perkembangbiakan nyamuk dengan cara pembersihan saluran air.
  • Peran serta masyarakat atau lingkungan diharapkan bersedia datang dan mau diperiksa darahnya pada malam hari pada saat ada kegiatan pemeriksaan darah.

Penutup

Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah, Dietilkarbamazin adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh dan baik untuk filariasis bankrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Itulah artikel tentang Penyebab Dan Cara Mengobati Penyakit Kaki Gajah.

Baca Juga Gejala Dan Bahaya Demam Bedarah

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel