Anatomi Fisiologi Dan Cairan Tubuh Manusia

klinikabar.com Anatomi Fisiologi Dan Cairan Tubuh ManusiaAir beserta unsur-unsur di dalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh. cairan ini sebagian berada di luar sel (ekstraselular) dan sebagian lagi di dalam sel (intraselular).

Cairan Tubuh Manusia 

Gambar Anatomi Fisiologi Dan Cairan Tubuh Manusia


Dalam tubuh manusia terdiri dari tiga jenis cairan tubuh, yaitu cairan tubuh intraselular, cairan ekstraselular atau intertisial, dan plasma darah, untuk mengetahui selengkapnya tentang ketiga cairan tubuh tersebut silahkan simak uraian berikut ini.

Jenis Cairan Tubuh

1. Cairan Intraselular (dalam sel), 50% dari berat badan letaknya di dalam sel dan mengandung elektrolit, kalium fosfat dan bahan makanan seperti glukosa dan asam amino. kerja enzim dalam sel sifatnya konstan, memecahkan dan membangun kembali sebagaimana dalam semua metabolisme untuk mempertajankan keseimbangan cairan.

2. Cairan Ektraselular atau intertisial (diluar sel), membentuk 30% cairan dalam tubuh (kurang lebih 12 liter). air ini merupakan medium di tengah sel hidup. sel menerima garam, makanan, oksigen dan melepaskan semua hasil buangannya ke dalam cairan itu juga.

3. Plasma Darah, 5% dari berat tubuh (3 liter) merupakan sistem transpor yang melayani semua sel melalui medium cairan ekstraselular.

Pertukaran Cairan Dalam Jaringan

Cairan dalam flasma berada di bawah tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan interstisial. oleh karena itu, cairan cenderung keluar dari pembuluh darah kapiler. di dalam plasma ada protein, sedangkan cairan interstisial mengandung sedikit protein. Protein plasma ini mengeluarkan tekanan osmotik yang berusaha menghisap cairan masuk pembuluh kapiler.

Pada ujung kapiler arteri, tekanan hidrostatik lebih besar dari tekanan osmotik, yang imbangan kekuatan mendorong cairan masuk jaringan. sedangkan pada ujung kapiler vena tekanan hidrostatik kurang, tekanan osmotik mengatasinya dan menarik kembali cairan masuk kapiler.

Secara normal cairan yang meninggalkan kapiler lebih banyak daripada cairan yang kembali masuk ke dalamnya, kelebihan ini disalurkan melalui limfe (getah bening).

Pertukaran antara cairan intraselular dan ekstraselular juga bergantung pada tekanan osmotik. Akan tetapi membran sel mempunyai permeabilitas selektif dan dilalui oleh beberapa bahan seperti oksigen, karbon dioksida, dan ureum secara bebas.

Mekanisme ini memompakan bahan lain masuk atau keluar untuk mempertahankan konsentrasi dalam cairan intraselular dan ekstraselular. misalnya : kalium dikonsentrasikan dalam cairan intraselular sedangkan natrium dipompakan ke luar.

Pertukaran Cairan Dalam Jaringan

Pencegahan kehilangan darah, apabila pembuluh darah terputus atau terpecah, dilakukan oleh berbagai mekanisme yaitu cairan tubuh dan darah.

Cairan tubuh untuk menjaga agar cairan tubuh relatif konstan dan komposisinya stabil merupakan hal penting. Dalam pengaturan yang mempertahankan kekonstanan, cairan dalam tubuh diperlukan adanya pengaturan volume cairan tubuh, cairan ekstraseluler, keseimbangan asam dan basa, kontrol pertukaran antara kompartemen cairan ekstraseluler dan intraseluler.

Keseimbangan cairan dalam tubuh yang sehat, 60% dari berat badan adalah air yang terdiri dari dua komponen :2/3 bagian cairan intraseluler 65% dari cairan tubuh) dan 1/3 bagian cairan ekstraseluler (35% dari cairan tubuh).

Cairan tubuh merupakan sarana untuk mentranspor zat makanan dan metabolisme membawa nutrien mulai dari proses absorpsi, mendistribusikan sampai ke tingkat intraseluler.

Keseimbangan Cairan Tubuh :

Air masuk ke dalam tubuh : 

  1. Air minum : 1500-2000 ml/hari
  2. Air yang ada dalam makanan : 700 ml/hari
  3. Air yang dihasilkan tubuh sendiri : 200 ml/hari
  4. Jumlah = 2400-2900 ml/hari.

Air tubuh yang keluar

  1. Ekskresi ginjal : 400-900 ml/hari
  2. Ekspirasi pernapasan 350 ml/hari
  3. Keringat 100 ml/hari
  4. Dengan cara difusi : 350 ml/hari
  5. Air dalam feses : 200 ml/hari
  6. Jumlah = 2400-2900 ml/hari.

Homeostasis

Pengaturan fisiologis digunakan untuk mengembalikan keadaan normal apabila terganggu. pengaturan sifat pendaparan dilakukan oleh ginja; dan pernapasan.

Cairan tubuh merupakan objek homeostasis karena dalam cairan tubuh diatur keseimbangan bermacam-macam elektrolit. homeostasis juga mengatur keseimbangan asam dan basa. cairan tubuh diatur agar suhunya selalu konstan 37 derajat Celsius dengan cara mekanisme produksi dan pelepasan panas.

Distribusi Cairan Tubuh :

1. Cairan Intrasel

Cairan yang berada di dalam sel di bawah suatu bentuk pengendalian karena membran sel bersifat permeabel dan cairan dalam sel harus mempunyai mekanisme tertentu untuk mencegah masuknya air yang tidak terkendali dan mengeluarkan cairan secara terkendali. volume air dalam sel tidak dapat diukur.

2. Cairan Ekstrasel

Cairan ekstrasel yang berada di luar sel atau diantara sel (dalam jaringan), terdiri dari volume CES yang sulit diukur karena batas ruang yang sulit ditetapkan. CES terdiri dari :
  1. Cairan interstisial : cairan yang berada di antara sel jaringan
  2. Cairan intravaskuler (plasma) : cairan yang berada dalam pembuluh limfe yang mengangkut partikel protein ke dalam pembuluh darah
  3. Cairan transeluler : cairan yang berada di tempat khusus misalnya cairan otak, cairan sendi, cairan bola mata dan lain-lainnya.

Fungsi Elektrolit :

  • Membantu perpindahan cairan antara ruangan di dalam sel dan di luar sel
  • Mengatur keseimbangan asam-basa dan menentukan pH darah dengan adanya sistem bufer
  • Perbedaan komposisi elektrolit di CES dan CIS menimbulkan perpindahan yang menghasilkan impuls-impuls saraf dan mengakibatkan kontraksi otot.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel