Pankreatitis - Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobati Pankreatitis

kinikabar.com, Gejala Dan Cara Mengobati Pankreatitis - Apa itu Pankreatitis? Pankreatitis adalah kondisi inflamasi yang menimbulkan nyeri dimana enzim pankreas diaktivasi secara premature mengakibatkan autodigestive dari pankreas. Pankreatitis mungkin akut atau kronis dengan gejala berat atau gejala ringan.

Penyebab Pankreatitis Dan Cara Mengobati Pankreatitis


Gambar Pankreatitis - Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobati Pankreatitis


Pankreatitis merupakan penyakit yang serius pada pankreas dengan intensitas yang dapat berkisar mulai dari kelainan yang relatif ringan dan sembuh sendiri hingga penyakit yang berjalan dengan cepat dan fatal yang tidak bereaksi terhadap berbagai pengobatan. Pankreatitis akut adalah suatu proses peradangan akut yang mengenai pankreas dan ditandai oleh berbagai derajat edema, perdarahan dan nekrosis pada sel-sel asinus dan pembuluh darah.

Anatomi Fisiologi Kelenjar Pankreatika

Kelenjar Pankreatika - Kelenjar ini terdapat di belakang lambung di depan vertebra lumbalis 1 dan 2, terdiri dari sel-sel alfa dan beta. Sel alfa menghasilkan hormon glukagon, sedangkan sel-sel beta menghasilkan hormon insulin. Hormon insulin adalah hormon yang diberikan untuk pengobatan diabetes, insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicerna oleh enzim pencernaan protein.


12 Gejala Dan Tanda Pankreatitis

  1. Nyeri perut hebat menembus sampai punggung
  2. Distensi abdomen
  3. Muntah
  4. Kembung
  5. Terdapat ekimosis
  6. Perdarahan
  7. Panas
  8. Agitasi 
  9. Penurunan berat badan
  10. Hipotensi
  11. Takipneu
  12. Nyeri tekan abdomen

Penyebab Pankreatitis atau Etiologi Pankreatitis

a. Metabolik :
  • Alkoholisme
  • Hiperlipoproteinemia
  • Hiperkalsemia
  • Obat-obatan (misalnya : diuretik tiazid)
  • Genetik

b. Mekanis
  • Trauma
  • Batu empedu
  • Jejas latrogenic
  • Jejas perioperatif
  • Prosedur endoskopik dengan penyuntikan zat warna

c. Vaskuler
  • Syok
  • Atheroembolisme
  • Poliarteritis nodusa

d. Infeksi
  • Parotitis (mumps)
  • Coxsackie virus
  • Mycoplasma pneumonia.

Patofisiologi Pankreas

Pankreas menyekresikan sejumlah enzim : amilase dan lipase disekresikan dalam bentuk aktif sementara protease, elastase dan fosfolipase disekresikan sebagai proenzim yang dalam keadaan normal harus diaktifkan oleh tripsin didalam duodenum. tripsin itu sendiri normalnya diaktifkan oleh entropeptidase duodenal.

Patogenesis pankreatitis akut berpusat pada aktivitas tripsin yang tidak tepat di dalam pankreas, tripsin yang sudah aktif tersebut akan mengaktifkan sistem kinin serta pembekuan. Hasil nettonya berupa inplamasi pankreas dan trombosis, ciri-ciri pankreatitis meliputi proteolisis jaringan, lipolisis dan perdarahan, terjadi karena destruktif enzim-enzim pankreas yang dilepas dari sel-sel asiner.

Mekanisme Yang Dikemukakan Untuk Aktivitas Enzim Pankreas Meliputi hal Berikut Ini :

1. Obstruksi Duktus Pankreatikus
Obstruksi duktus pankreatikus yaitu batu empedu dapat terjepit di dalam ampula vateri disebelah proksimal obstruksi, cairan kaya akan enzim menumpuk dan menimbulkan jejas parenkim pankreas, leukosit dalam jaringan parenkim akan melepaskan sitokin proimflamatorik yang menggalakkan inflamasi lokal dan edema.

2. Jejas Primer Sel Asiner
Keadaan ini dapat disebabkan oleh kerusakan karena virus (parotitis), obat-obatan, trauma atau iskemia.

3. Defek Transfortasi-Intraselular Proenzim
Defek transfortasi intraseluler proenzim adalah enzim-enzim eksorin pankreas mengalami kesalahan arah dalam perjalanannya, yaitu menuju lisosom dan bukan menuju sekresi, hidrolisis proenzim didalam lisosom akan menyebabkan aktivitas dan pelepasan enzim.

4. Alkohol
Alkohol dapat meningkatkan jejas sel asiner lewat perjalanan proenzim intraselular yang salah arah dan pengendapan sumbatan protein yang mengental serta bertambah banyak di dalam duktus pankreatikum sehingga terjadi inplamasi dan obstruksi lokal.

5. Pankreatitis Herediter
Pankreatitis herediter ditandai oleh erangan rekuen pankreatitis yang hebat dan sudah dimulai sejak usia anak-anak, kelainan ini disebabkan oleh mutasi gen line (garis-turunan sel tunas) pada :
a. Gentripsinogen kationik (PRSSI) menimbulkan kehilangan suatu tempat pada tripsin yang esensial untuk inaktivasi enzim itu sendiri (mekanisme pengamanan yang penting untuk mengatur aktivitas enzim tripsin).

b. Gen inhibitor protease serin, kazal tipe I (SPINK I) yang menimbulkan protein yang cacat sehingga tidak lagi mampu memperlihatkan aktivitas tripsin.

10 Komplikasi Pankreatitis

  1. instabilitasi hemodinamik sampai shock
  2. efusi pleura
  3. gagal ginjal akut
  4. hiperglikemia
  5. asidosis
  6. hiperkalsemia
  7. hipomagnesemia
  8. perdarahan pankreas
  9. nekrosis terinfeksi
  10. obstruksi kolom disertai nekrosis


Kesimpulan

Pankreas mengalami kehancuran anatomis dan fungsional yang progresit, dengan digantikannya sel-sel pankreas (sel-sel asiner pankreas) yang normal oleh jaringan ikat, akibat serangan pankreatitis berulang-ulang dan efek toksik dari alkohol dan metabolitnya, maka tekanan dalam pankreas akan meningkat. Hasil akhirnya adalah obstruksi mekanis duktus pankreatikus, koledokus dan duodenum, disamping itu akan terjadi pula atropi epitel duktus tersebut, inflamasi dan destruksi sel-sel pankreas yang melaksanakan fungsi sekresi (destruksi parenkim endokrin pankreas).

Baca Juga 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel