Obat Anti TBC (OAT) Dan Cara Mengobati Penyakit TBC Paru

klinikabar.com, Obat Anti TBC (OAT) Dan Cara Mengobati Penyakit TBC Paru - Mengobati TBC paru adalah dengan cara minum obat secara teratur dan terus menerus selama 6-8 bulan sesuai petunjuk dokter yang disarankan atau sesuai yang dianjurkan oleh petugas kesehatan.

Obat Anti TBC (OAT) 


Gambar Obat Anti TBC (OAT) Dan Cara Mengobati Penyakit TBC Paru



Apa Saja Obat Anti TBC (OAT) ? Obat anti TBC terdiri dari 5 jenis yaitu :
  1. Isoniasid
  2. Rifampisin
  3. Pirasinamid
  4. Etambutol dan suntikan
  5. Streptomisin

Obat anti TBC dikemas dalam bentuk Kemasan Dosis Tetap (KDT) atau disebut pula Fixed Dose Combination (FDC). tahap awal menelan obat anti TBC adalah selama 2 bulan. dan tahap selanjutnya menelan obat anti TBC selama 4 bulan.  Bila pengobatan tahap pertama dan tahap kedua gagal, maka harus ditambahkan obat suntikan Streptomisin setiap hari selama 2 bulan.

Penderita TBC paru harus minum obat lebih dari 1 macam agar cara kerja obat lebih efektif dalam membunuh kuman dan untuk mencegah efek kebal penyakit TBC (Resisten) terhadap obat anti TBC.

2 Cara Minum Obat Anti TBC Yang Benar

1. Obat anti TBC diminum dalam keadaan perut kosong yaitu pada 30 menit sebelum makan pagi atau 30 menit sebelum tidur.
2. Obat anti TBC diminum sekaligus

Dosis Pemberian Obat Anti TBC

Dosis Pemberian Obat Anti TBC Untuk Dewasa 
Berat badan : 30- 37 kg
Fase awal (blister merah) : 2 tablet per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) : 2 tablet 2 hari 1x, selama 4 bulan

Berat badan : 38- 54 kg
Fase awal (blister merah) : 3 tablet per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) : 3 tablet 2 hari 1x, selama 4 bulan


Berat badan : 55 - 70 kg
Fase awal (blister merah) : 4 tablet per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) : 4 tablet 2 hari 1x, selama 4 bulan

Berat badan : lebih dari 71 kg
Fase awal (blister merah) : 5 tablet per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) : 2 tablet 2 hari 1x, selama 4 bulan

Dosis Pemberian Obat Anti TBC untuk Anak-anak
Berat badan : 0 - 4 kg
Fase awal (blister merah) : konsultasi dengan dokter
Fase lanjutan (blister kuning) : konsultasi dengan dokter

Berat badan : 5- 9 kg
Fase awal (blister merah) : 1/2 dosis per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) :1/2 dosis per hari selama 4 bulan

Berat badan : 10 - 19 kg
Fase awal (blister merah) : 1 dosis per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) :1 dosis per hari selama 4 bulan

Berat badan : 20 - 32 kg
Fase awal (blister merah) : 2 dosis per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) :2 dosis per hari selama 4 bulan

Berat badan : lebih dari 33 kg
Fase awal (blister merah) : 2 dosis per hari, selama 2 bulan
Fase lanjutan (blister kuning) : 2 dosisi per hari selama 4 bulan

Fase awal Pemberian Obat Anti TBC : 
1/2 dosis = 1 capsule = 1 tablet besar = 1/2 tablet kecil
1 dosis = 2 kapsul + 2 tablet besar + 1 tablet kecil 

Fase lanjutan Pemberian Obat Anti TBC
1/2 dosis = 1 capsul + 1/2 tablet
1 dosis = 2 capsul + 1 tablet

  • Setiap minum obat anti TBC diamati oleh Pengawas Menelen Obat (PMO) untuk memastikan obat benar-benar ditelan
  • Bila obat anti TBC tidak di konsumsi selama 1 hari, maka hari berikutnya hanya menelan obat sekali saja, dan tidak boleh digabung.
  • Ikutilah petunjuk minum obat yang disampaikan oleh dokter atau petugas kesehatan
  • Jangan berhenti minum obat sendiri kecuali atas perintah dokter atau petugas kesehatan.

Yang Harus Diperhatikan Selama Minum Obat Anti TBC

Bila menemukan gejala berikut, itu adalah hal biasa :
  • Air seni dan keringat berubah warna menjadi merah
  • Gatal kulit yang ringan
  • Mual
  • Tidak nafsu makan

Bila menemukan gejala berikut ini, segera konsultasi dengan dokter atau dengan petugas kesehatan :
  • Mata dan kulit menjadi kuning
  • Muntah-muntah
  • Lemas dan pingsan
  • Mata berkunang-kunang
  • Kram otot perut
  • Hilangnya pendengaran
  • Demam yang tidak jelas.

Oleh karena itu, periksalah diri atau anak anda secara teratur ke unit pelayanan kesehatan. jika harus mengkonsumsi obat lainnya maka mintalah persetujuan dari dokter.

Tanda Pengobatan TBC Berhasil

  • Pada pemeriksaan dahak di laboratorium, kumannya negatif
  • Keluhan berkurang atau hilang
  • Nafsu makan membaik
  • Berat badan meningkat
  • Foto rontgen membaik

Apa Yang Dimaksud Kebal Terhadap Obat Anti TBC (OAT)

  • Bila obat anti TBC (OAT) tidak mampu membunuh kuman TBC, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah :
  • Mengkonsumsi obat anti TBC yang tidak teratur
  • Dosis obat yang ditelan tidak sesuai dengan petunjuk
  • Pernah putus obat atau tidak rutin mengkonsumsi obat anti TBC


Penutup

Jika kebal terhadap obat anti TBC maka hal tersebut ditandai dengan hasil pemeriksaan dahak di laboratorium yang mana kuman masih positif pada akhir pengobatan, keluhan yang dirasakan penderita tetap sama dari sebelum dilakukan pengobatan, foto rontgen tidak mengalami perubahan dengan foto rontgen pada sebelum pengobatan TBC.

Baca Juga Cara Mencegah Dan Mengobati TBC

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel