Apa Artinya Barack Obama Bagi Amerika Serikat

klinikabar.com, Apa Artinya Barack Obama Bagi Amerika Serikat - Terpilihnya Presiden Amerika Serikat dinilai sangat penting. Bahkan ada yang mengatakan sebagai sangat bersejarah. Untuk pertama kalinya, seorang berkulit hitam berhasil menjadi Presiden. Dapat dikatakan, itulah implementasi esensi demokrat. Tidak membedakan warna kulit, usia atau pun kelamin. Prinsip non-diskriminatif di segala bidang kehidupan. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi pada negara. Suatu hal yang sangat tidak mudah. Sebab, setiap manusia itu, meskipun dilahirkan suci, telah memiliki warna aslinya, yang diantaranya oleh ibu/bapaknya.

Barack Obama Dan Amerika Serikat


Gambar Apa Artinya Barack Obama Bagi Amerika Serikat


Warna asli itu mungkin agama, mungkin budaya, mungkin warna kulit, dan lain sebagainya. Demokrasi, yang tidak membedakan semua itu, meskipun diidolakan, tidak mudah. Termasuk di Amerika Serikat pun, sebagai negara yang menjadi acuan prinsip demokrasi.

Presiden Kennedy, yang beragama Katholik, ditembak di awal masa jabatannya. Demikian juga Bob Kennedy, adiknya, bahkan ditembak disaat masih dalam tahap kampanye. Klan Kennedy, meskipun sangat legendaris, ternyata memiliki kesempatan yang sama. Edward Kennedy, adiknya Kennedy yang masih tertinggal, harus puas sebagai senator. Meskipun dicoba untuk diabaikan, peran agama masih penting dalam politik di AS. Bahkan (mungkin) sampai sekarang.

Karena itu makna terpilihnya Barack Obama sebagai peristiwa sangat bersejarah, lebih dimaknai sebagai ujian sebagai negara demokrasi. Benarkah sistem demokrasi di Amerika Serikat telah benar-benar mengadopsi prinsip "non-diskriminatif" sebagaimana dikemukakan di atas? Benarkah warna kulit. agama, usia, dan kelamin; tidak penting dalam implementasi demokrasi di Amerika Serikat? Benarkah setiap orang, memiliki kesempatan yang sama untuk mengabdi pada negara dan bangsanya?

Ketika Barack Obama terpilih menjadi Presiden sangat besar dampaknya bagi peradaban kita. Bahwa Amerika Serikat yang plural itu, bisa menempatkan setiap warganya pada kedudukan, memiliki hak, dan kewajiban yang sama. Inilah makna suara rakyat adalah suara Tuhan. Yang terbaik adalah yang terpilih. Tidak untuk kelompok saja, atau partainya saja, tetapi bagi seluruh warganya, bagai masa depan Amerika Serikat.

Kemenangan Barack Husein Obama

Kemenangan Barack Husein Obama dalam pemilihan presiden ternyata cukup mengharukan. Tidak saja di Amerika Serikat mata berlinang, tetapi juga banyak di negara lain. Dapat dipahami, oleh karena seorang berkulit hitam, dapat memenangkan pemilihan Presiden di negara yang sebagian besar adalah berkulit putih.

Di Boston, ketika CNN menayangkan kemenangan Obama pada pukul 23.00 malam, tanggal 4 November, rakyat langsung berpesta pora. Mobil-mobil berkeliaran, sambil meneriakkan "Obama, Obama" disertai bunyi klakson yang memekakkan telinga.. Boston memang daerah Partai Demokrat, sehingga kemenangan Obama disambut dengan meriah kala itu.

Semua itu dimungkinkan berkat demokrasi, kata Obama. Hal ini terlepas, bahwa perkembangan demokrasi juga memerlukan waktu, tidak sekali langsung jadi. Seandainya Barack Obama menjadi calon Presiden di tahun 1960-an, tidak mungkin terpilih. Sebab, dithaun itu, orang-orang Negro, yang berkulit hitam, bahkan belum memiliki hak pilih. Perjuangan untuk melahirkan hak-hak sipil, hak politik orang negro, diwaktu sedang memuncak. Hal ini terlepas, bahwa dalam Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. (Declaration of Independence) dikatakan, bahwa setiap orang dilahirkan sama (men are created equal).

Kenyataannya, perjuangan untuk memperoleh hak-hak sipil itu memerlukan pengorbanan jiwa. Karena itu, orang sangat sulit bisa membahayakan, bahwa 40 tahun setelah itu, ada orang yang berkulit hitam bahkan bisa terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat. Air matapun bercucuran di segala penjuru dunia. Selain haru, juga gembira.

Dapatkah kita berpikir lebih jauh dengan kemenangan Obama? ia berjanji hendak mengubah Amerika. Kearah masa depan yang aman dan damai. Tidak saja memperbaiki wall street tetapi juga mainstreet. Obama hendak mendukung siapa saja yang menghendaki peace and security. Kalau peran Amerika Serikat sebagai negara adikuasa sangat menentukan dalam percaturan internasional, tidakkah itu juga akan berarti mengubah dunia? Apalagi Obama telah memperoleh dukungan yang begitu besar dari masyarakat dunia?

Penutup

Kenyataan seperti itu, tidaklah berlebihan. Sebab, banyak masalah internasional yang memang penyelesaiannya memang berada di tangan Amerika Serikat. Karena itu, kita berharap, dengan tampilnya Obama sebagai presiden Amerika Serikat, ia akan benar-benar dapat menciptakan dunia baru, yang lebih aman dan damai. Jika hal itu bisa dilakukan, maka tidak akan ada lagi bendera Amerika Serikat yang dibakar seperti yang sering kita lihat. Sungguh kita berharap tumbuhnya kebijakan LNAS yang lebih bersahabat dengan Dunia Ketiga, termasuk dengan Indonesia.

Baca Juga Kisah Nyata Molly Craig Dari Aborigin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel