Cara Memilih, Menyimpan Dan Mengolah Makanan Instan

klinikabar.com, Cara Memilih, Menyimpan Dan Mengolah Makanan Instan - Makanan instan sering dipilih para wanita karir sebagai solusi praktis dalam menyiapkan menu keluarga. jangan kuatir, makanan instan tidak selalu buruk. Asal cermat dalam memilih, menyimpan dan mengolah makanan instan bisa menjadi solusi praktis untuk anda yang sibuk.

Cara Memilih, Menyimpan Dan Mengolah Makanan Instan

Tidak bisa dipungkiri, merebaknya produk makanan instan seiring dengan gaya hidup masyarakat perkotaan yang menuntut serba cepat dan praktis, keterbatasan waktu di dalam mengolah masakan karena alasan pekerjaan seringkali menjadi alasan mengapa memilih makanan instan.

Gambar Kenapa Makanan Segar Lebih Baik Daripada Makanan Instan


Coba kita menengok isi kulkas, pasti terdapat beragam makanan instan seperti sosis, sayuran beku, sarden, kornet kalengan, kentang beku, sereal instan bahkan mungkin makanan kemasan siap saji yang tinggal kita panaskan. Praktis memang, namun perlu kita cermati agar hidangan yang tersaji tidak hanya praktis dan lezat, namun juga sehat dan bergizi. makanan instan bisa menjadi solusi praktis bagi anda yang sibuk, namun banyak hal yang harus dicermati sebelum mengkonsumsi makanan instan.

Seperti tanggal kadaluarsa, kelayakan kemasan, penyimpanan yang benar, pengolahan, komposisi bahan, hingga kandungan gizinya. tentu agar makanan instan tetap berkualitas, bergizi dan tercipta menu keluarga dengan kandungan gizi yang seimbang. Cermati hal-hal berikut ini sebelum memilih dan mengolah makanan instan.

Lihat Tanggal Kadaluarsa Dan Kemasan Yang Layak

Saat berbelanja makanan instan, jangan lupa untuk selalu memperhatikan tanggal kadaluarsa. tanggal kadaluarsa biasanya ditulis di dalam kemasan. Urungkan keinginan anda untuk membeli jika produk makanan instan tersebut telah mendekati masa kadaluarsa. Dengan mencermati tanggal kadaluarsa, anda akan terhindar dari keracunan akibat kontaminasi mikroba. 

Jangan pernah membeli makanan instan di dalam kemasan jika terdapat expire date. produk yang tidak memiliki tanggal kadaluarsa menandakan produk diolah tanpa menghindarkan syarat mutu yang ditentukan oleh lembaga pengawasan pangan indonesia. Makanan olahan biasanya dijual di dalam kemasan. fungsi dari kemasan adalah untuk melindungi produk dari kontaminasi mikroba dan mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama distribusi atau penyimpanan.

Cek keutuhan kemasan, contohnya : makanan instan dalam kaleng, apakah kondisi kaleng masih utuh, tidak penyok, berkarat atau kembung. Jika makanan dikemas dalam wadah plastik atau aluminium foil, teliti apakah kemasan memiliki logo food grade yang aman untuk kesehatan. kondisi kemasan yang baik ditandai dengan bentuk kemasan yang utuh, tidak robek atau terkoyak.

Kemasan yang rusak dapat merusak makanan yang dikemas dan bisa membahayakan kesehatan. seperti kemasan yang kembung, itu menunjukan adanya aktivitas organisme yang menimbulkan gas di dalam kemasan. Kemasan yang berkarat, robek atau kemasan yang rusak dapat memungkinkan makanan terpapar kotoran, debu dan bakteri.

Produk makanan instan yang dijual dipasaran harus lolos uji kesehatan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan, serta mendapatkan izin edar dari Departemen Kesehatan, makanan yang memiliki label dari Lembaga Kesehatan dan makanan menandakan makanan lolos sarat uji mutu kesehatan dan kelayakan kandungan nutrisi, hindari membeli produk makanan yang tidak memiliki syarat mutu dari kedua lembaga pengawasan makanan ini.

Cermati Mutu Makanan Instan

Syarat mutu makanan instan bisa dilihat dari sisi warna, aroma, rasa, dan teksturnya. makanan instan yang baik memiliki warna yang sesuai dengan bahan dasarnya, seperti sayuran beku, harus tetap berwarna hijau segar, kemudian, rasa juga tidak memiliki indikasi rasa yang menyimpang karena hal tersebut menandakan kualitas makanan yang sudah tidak baik diakibatkan jamur atau tercemar bakteri pembusuk.

Selanjutnya kita dapat meneliti kualitas makanan instan dengan mencium aromanya, aroma yang baik adalah yang segar dan khas, sesuai dengan karakteristik jenis makanannya. Jika muncul aroma tengik, asam atau tercium bau busuk, ini menandakan makanan sudah rusak, selain itu, tekstur makanan juga harus dicermati. misalnya makanan berbentuk bubuk harus berupa butiran halus, tidak bergumpal.

Makanan instan dalam bentuk biji, harus memiliki biji yang utuh, tidak ada bekas termakan kutu. makanan yang kental, seperti saus tidak boleh terlihat ada lapisan terpisah, gumpalan atau endapan, karena perubahan tekstur pada makanan menandakan kualitas makanan yang sudah menurun.

Cara Menyimpan Makanan Instan Dengan Benar

Menyimpan makanan instan harus sesuai dengan jenis bahannya, sperti daging beku, ikan beku, nugget, sayuran beku atau ice cream harus disimpan dalam freezer.

Yoghurt, susu kemasan siap minum dan jus sebaiknya disimpan di dalam kulkas. sereal, mi instan atau spaghetti sebaiknya disimpan dalam tempat yang tertutup rapat, sejuk, dan kering. Menyimpan makanan instan di tempat yang sesuai menjadikan makanan tahan lama dan dapat mempertahankan kualitas gizi dengan baik.

Makanan yang disimpan sebaiknya dalam wadah yang tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi mikroba selama masa penyimpanan, selalu memeriksa warna, aroma, dan tekstur bahan makanan sebelum diolah karena kerusakan dapat saja terjadi selama masa penyimpanan, apalagi jika makanan kemasan sudah dibuka.

Cara Mencermati Kandungan Gizi Dalam Makanan Instan

Periksa kandungan gizi dalam kemasan makanan instan. memeriksa kandungan gizi menjadikan kita tau apakah makanan sesuai kebutuhan keluarga atau tidak, hal ini penting agar terhindar dari gangguan kesehatan. Misalnya, untuk penderita hipertensi, obesitas atau diabetes, tentu harus membeli makanan instan yang rendah garam, rendah gula, rendah lemak, dan karbohidrat. Berbeda dengan memilih produk makanan instan untuk anak, pilihan gizi yang lengkap dan kaya akan protein dan kalsium yang baik untuk pertumbuhannya.

Cara Membuat Variasi Bahan Makanan Dan Olahan Makanan Sesuai Petunjuk Kemasan

Makanan instan biasanya terdiri dari satu jenis komposisi bahan, seperti nugget ayam, kentang beku, sayuran beku, buah kalengan, mi instan, sereal atau pasta. Kondisi ini menjadikan makanan instan hanya mengandung salah satu kandungan gizi yang dominan, seperti pasta instan, dominan mengandung karbohidrat.

Dan biasanya makanan yang mengandung karbohidrat harus diolah menjadi masakan dengan tambahan sumber protein, vitamin, mineral, dan serat agar tercipta hidangan dengan komposisi gizi yang seimbang.

Didalam kemasan produk makanan instan biasanya menyertakan petunjuk cara pengolahan dan saran penyajian, ikuti sesuai petunjuk agar tidak terjadi kesalahan dan kegagalan saat mengolah makanan instan.

Penutup

Kenapa Makanan Segar Lebih Baik Daripada Makanan Instan? Meskipun produk makanan instan bisa menjadi solusi praktis, makanan yang yang sudah diolah tetap memiliki kualitas nutrisi tidak lebih baik makanan segar.

Untuk produk seperti daging, ikan dan buah segar serta sayuran segar yang mudah ditemukan lebih baik tetap menggunakan bahan makanan segar, proses pemanasan, pemasakan, dan lama penyimpanan dapat menurunkan kualitas gizi makanan instan terutama golongan vitamin dan mineral yang mudah rusak selama proses produksi.

Baca Juga 13 Daftar Makanan Untuk Detoks Tubuh

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel