4 Bahaya Hipertensi Bagi Kehidupan

klinikabar.com, 4 Bahaya Hipertensi Bagi Kehidupan - Kenapa hipertensi membahayakan kehidupan kita? Untuk mereka yang perlu diyakinkan lebih lanjut, berikut ini adalah kemungkinan penyakit tekanan darah tinggi seandainya tidak diobati.




Bahaya Hipertensi Untuk Arteri


Gambar 4 Bahaya Hipertensi Bagi Kehidupan


Pembuluh darah mendapat pukulan paling berat jika tekanan darah terus-menerus tinggi dan harus berubah untuk mengatasinya. Dinding pembuluh darah menebal, mungkin untuk menahan kekuatan tambahan yang dialaminya. Pelapis dalam pembuluh yang biasanya licin untuk memperlancar aliran darah menjadi kasar, sehingga diameter saluran yang harus dilalui darah menjadi sempit.

Di dalam pembuluh darah yang sempit, kasar dan menebal ini, aliran darah menjadi seret, darah itu sendiri menjadi lebih lengket ketika didorong oleh tekanan melalui pembuluh darah yang menyempit, dan cenderung jauh lebih mudah membeku daripada biasanya, inilah yang menyebabkan trombosis - gumpalan darah beku yang keras, yang melekat pada dinding arteri yang telah menjadi kasar. Jika darah yang membeku itu cukup besar,ia akan menghentikan sama sekali aliran darah, dan jika hal itu terjadi pada cabang arteri koroner yang penting, maka akibatnya adalah serangan jantung, jika penyumbatan itu terjadi di otak, maka akibatnya adalah stroke.

Kadang-kadang tekanan darah yang tinggi memecahkan arteri yang telah menjadi lemah di otak sehingga darah memancar ke luar, dalam suatu perdarahan, memenuhi wadah otak. Perdarahan selaput otak seperti itu mengakibatkan stroke yang sangat hebat dan selalu meninggalkan beberapa akibat yang baru kemudian tampak, seperti kelumpuhan, jika yang bersangkutan bertahan hidup, dan sering terjadi fatal.

Bahaya Hipertensi Untuk Jantung

Jantung juga dapat dirusak oleh tekanan darah tinggi yang lama diobati. Pada awalnya, jantung mengatasi ketegangan karena harus menghadapi tekanan darah tinggi dengan meningkatkan kerja otot sehingga membesar agar jantung dapat memompa lebih kuat. Akhirnya ia tidak dapat membesar lebih lanjut tanpa kehilangan efisiensi-nya. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi membuat jantung membesar dan menipis, sehingga ia menjadi seperti sebuah balon yang di isi angin melebihi kapasitasnya.

Pada tahap ini, pompa itu mulai macet, jantung tidak dapat lagi mendorong darah untuk beredar keseluruh tubuh, dan sebagian mulai menumpuk pada jaringan seperti jaringan pada tungkai dan paru-paru. Gejalannya yang utama adalah sesak napas jika ada pengerahan sedikit tenaga, dan kaki membengkak.
jika bengkak itu ditekan dengan jari, maka akan meninggalkan bekas berupa lekukan kecil.

Bahaya Hipertensi Untuk Ginjal

Organ lain yang paling terpengaruh oleh tekanan darah tinggi yang lama tidak diobati adalah ginjal pada akhirnya, ginjal orang yang tekanan darah tingginya bukan karena penyakit ginjal dapat sangat terpengaruh seperti mereka yang mengalami kerusakan ginjal sejak awal. Hipertensi yang berkelanjutan menebalkan pembuluh darah pada ginjal sehingga mengganggu mekanisme yang sangat halus yang menghasilkan urin. Akibatnya terjadilah sebuah lingkaran yang terus berkaitan : fungsi ginjal memburuk, hipertensi makin berat, serta semakin merusak ginjal, salah satu gejala pertama kerusakan ginjal yang disebabkan oleh tekanan darah tinggi adalah hilangnya kemampuan untuk menahan kencing, sehingga penderita perlu bangun pada waktu tengah malam di setiap malam untuk mengosongkan kandung kemih.

Penutup

Bahaya Hipertensi Untuk Penglihatan - Hanya sedikit penderita tekanan darah tinggi yang sangat terganggu penglihatannya, jaringan pembuluh darah halus yang menyuplai retina (layar yang terletak pada belakang bola mata yang membuat kita dapat melihat) dapat terpengaruh dengan cara yang seperti peredaran darah ke otak. Tekanan yang kuat dalam pembuluh halus tersebut pun dapat membuatnya pecah sehingga darah memenuhi mata dan menyebabkan penglihatan cepat sekali memburuk jika tekanan darah tidak dengan cepat dikendalikan.

Baca Juga Kenapa Penderita Darah Tinggi Dibatasi Konsumsi Garam

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel