Anatomi Fisiologi Jaringan Penunjang Tubuh

klinikabar.com, Anatomi fisiologi jaringan penunjang tubuh - Jaringan Penunjang adalah sekumpulan sel khusus yang serupa bentuknya, besarnya dan pekerjaannya, yang berfungsi menunjang dan menyokong berbagai susunan tubuh yang ada di sekitarnya.

Anatomi Fisiologi Jaringan Penunjang Tubuh

Jaringan penunjang tubuh terdiri dari jaringan ikat dan dalam jaringan ikat terdapat sel-sel yang dinamakan sel jaringan ikat dan macam-macam jaringan ikat, jaringan rawan dan macam-macam jaringan rawan beserta jenis tulang rawan.


Gambar Anatomy Fisiologi Jaringan Penunjang Tubuh


Jaringan Ikat

Jaringan ikat adalah jaringan yang diantara sel-sel terdapat banyak zat intraseluler yang terdiri dari serabut-serabut kenyal dan serabut kolagen. Pada jaringan ikat, bahan-bahan interselular ini dibuat sendiri oleh sel-selnya. bentuk dari bagan-bagan interselular ini dibedakan menjadi dua macam yaitu:

1. Bentuk amorfus (tanpa bentuk ) : berupa cairan, seperti agar-agar, dan bersifat keras.

2. Bentuk fibrosa (bentuk benang). bentuk ini dapat dibedakan menjadi 3 bentuk yaitu :
  • Benang-benang kolagen (benang putih). benang ini sifatnya sangat lembek, kuat, tetapi kurang elastis.
  • Benang-benang retikular (benang halus). benang-benang ini disusun seperti jala dan berfungsi untuk menahan sel-sel jaringan ikat.
  • Benang-benang elastis (benang kuning). benang-benang ini sifatnya sangat elastis dan tersusun berlapis.

6 Macam Sel Jaringan Ikat :

1. Sel makrofag adalah sel jaringan ikat yang bentuknya sangat besar dan dapat memakan sel-sel aing yang masuk ke dalam tubuh kita.

2. Sel mast adalah sel jaringan ikat yang dalam sitoplasma banyak mengandung bintik-bintik, sel-sel ini dapat menghasilkan heparin.

3. Sel fibroblas, sel-sel jenis inilah yang paling banyak terdapat dalam jaringan ikat.

4. Sel lemak adalah sel jaringan ikat yang berfungsi khusus untuk menyimpan lemak.

5. Sel plasma adalah sel jaringan ikat yang bentuknya seperti bola, nukleusnya seperti roda (bulat pipih).

6. Sel pigmen adalah sel jaringan ikat yang banyak terdapat dalam kulit dan bola mata. jaringan ikat ini dapat dijumpai dimana saja di dalam tubuh.

Fungsi Sel Jaringan Ikat

  • Membuat bahan-bahan intraselular.
  • Membuat sel-sel darah
  • Fagositosis, memakan bakteri atau benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • Membuat antibodi (zat kekebalan)
  • Membuat heparin yang berfungsi mencegah pembekuan darah selama di dalam salurannya.

Macam-Macam Jaringan Ikat

1. Jaringan ikat embrional
Jaringan ikat embrional adalah jaringan ikat yang selnya berbentuk bintang dan zat intraselular-nya menyerupai selai, terdapat pada embrio dan sekeliling tali pusat.

2. Jaringan ikat areolar
Jaringan ikat areolar adalah jaringan ikat yang sel-selnya satu sama lain terpisah oleh zat selai cair yang di dalamnya banyak mengandung serabut seperti jala. Fungsinya sebagai tempat-tempat penyimpanan air dan penting pada peristiwa peradangan

3. jaringan ikat gembur
Jaringan ikat yang hubungan sel-selnya satu sama lain longgar oleh karena diantara jaringan tersebut banyak terdapat lubang-lubang kecil. Jaringan ikat gembur banyak terdapat di bawah kulit, banyak mengandung lemak, fungsinya sebagai bahan penahan, pelindung dan cadangan makanan.

4. jaringan ikat fibrosa
Jaringan ikat fibrosa adalah jaringan ikat areola yang diantara sel-selnya banyak mengandung serabut fibrosa atau serabut kolagen, jaringan yang sifat-sifatnya sangat kuat tetapi hanya sedikit dapat dibengkokkan pembuluh darahnya.

Fungsinya sebagai penunjang. pembungkus, dan penghubung antara jaringan. yang termasuk jaringan ini antara lain :
  • Ligamentum, menghubungkan tulang dengan buku tulang
  • Aponeurosis, menghubungkan otot satu sama lainnya
  • Fasia, selaput pembungkus otot, dan
  • Tendo, yang menghubungkan otot dengan otot, atau otot dengan tulang.

5. Jaringan Ikat Kenyal.
Jaringan ikat kenyal adalah jaringan ikat yang diantara sel-selnya banyak mengandung serabut kenyal, sifatnya elastis seperti karet, terdapat pada dinding pembuluh darah, fungsinya memberikan kekenyalan pada jaringan.

Disamping jaringan ikat tersebut diatas ada jaringan ikat istimewa yang dapat membuat sel darah putih yaitu jaringan RES (Reticulum Endothelial System) yang terdapat di hati dan di limpa.

Jaringan Rawan (kartilago)

Jaringan ini banyak mempunyai lubang kecil di dalamnya, banyak terdapat sel-sel rawan, sifatnya lebih padat dan lebih kuat daripada jaringan biasa, elastis dan mudah dibengkokkan. Diantara sel-selnya banyak terdapat pembuluh darah.

Pengertian tulang rawan adalah jaringan ikat yang lebih dekat dari jaringan ikat biasa, sel-selnya disebut kondrosit dan sel yang masih muda disebut kondroblas.

Macam-Macam jaringan Tulang rawan

1. Kartilago Hialin

Kartilago hialin banyak mengandung serabut-serabut hialin (tulang rawan bening) warnanya kehijau-hijauan dan licin, terdapat pada ujung sendi, tulang rawan hidung, antara tulang rusuk dan tulang dada, badan embrio, larings, trakea dan bronkus.

2. Kartilago Elastis

Kartilago elastis banyak mengandung serabut-serabut elastis, warnanya kekuningan kuningan, terdapat di daun telinga, epiglottis, tuba eustachius.

3. Kartilago Fibrosa

Kartilago fibrosa banyak mengandung serabut-serabut fibrosa, terdapat diantara tulang belakang dan simfisis.

Tulang rawan banyak mengandung zat-zat interseluler, CaCo₃, sifatnya kenyal, elastis, tidak mudah patah tetapi mudah dibengkokkan.

Tulang Keras

Jaringan paling keras mengandung garam kapur fosfat yang terdiri dari sel dan matriks intersel mengandung serat kolagen dan undur anorganik. Garam anorganik untuk kuku dan tulang adalah kalsium fosfat, kalsium karbonat, kalsium florida, dan magnesium florida.

Jaringan tulang spongeosa membentuk anyaman, terdapat pada bagian epifise (ujung tulang), tulang kompakta, tampak padat pada bagian diafise (tengah) yang mengelilingi rongga sumsum tulang.

3 Macam Sel Tulang

1. Osteosit, berada dalam kapsul, mempunyai benjolan banyak yang masuk ke saluran bercabang, dan menghubungkan sel dan kapsul yang lain disebut kanalikuli.

2. osteoblast, sel induk tulang guna mensintesis bahan organis dengan serat kolagen pada permukaan tulang, terpisah berubah menjadi osteosit kanalikuli yang terbentuk di sekeliling tonjolan tersebut.

3. Osteoklast, sel raksasa mempunyai banyak tonjolan yang disebut ruffle terdapat pada permukaan tulang.

Fungsi Jaringan Rawan

  • Penutup ujung-ujung tulang (misalnya tulang iga)
  • Sebagai penyangga embrio sementara yang kemudian akan berubah menjadi tulang keras.
  • Sebagai penyangga (misalnya tulang hidung dan telinga)
  • Penyambung antara tulang (misalnya, sendi)

A. Matriks Tulang
Unsur organik yang terdiri dari serat-serat osteokolagen diikat menjadi satu oleh substansi semen yang bersifat asidofil (zat bersifat asam) dan mineral pada kristal kalsium fosfat berupa serat kolagen tulang, tersusun dalam lapisan lamel berbentuk jalinan seperti bangunan memanjang.

Periosteum, selubung fibrosa yang membungkus tulang berhubungan erat pada tulang, banyak mengandung jaringan ikat, endosteum, adalah lapisan halus yang membatasi rongga sumsum dari meluas sebagai pelapis sistem saluran tulang kompakta, terdiri dari jaringan retikuler padat dan mempunyai kemampuan pembentukan tulang (osteogenik dan pembentukan darah (hematopoietik).

B. Remodeling Dan Konstruksi Tulang
remodeling terjadi akibat adanya resorbsi pada daerah tertentu dan peletakkan tulang baru pada tempat lain. resorpsi berhubungan dengan osteoklast. Osteoklast menghasilkan tulang selapis pada permukaan dalam rongga spongeosa.

C. Regenerasi Tulang
Setelah tulang patah, terdapat perdarahan dan terjadi pembekuan darah, fibroblast berkembang dan kapiler darah memasuki bekuan darah dan membentuk jaringan granulasi yang berubah menjadi jaringan fibrosa padat, dan masa tulang rawan kalus temporer mempersatukan tulang yang patah.

Osteoblast berkembang dari periosteum dan endosteum yang melekatkan tulang spongeosa, secara progresif mengganti tulang rawan kalus menjadi tulang kompakta, dan kelebihan tulang akan diserap.

Macam-Macam Tulang 

1. Tulang Berdasarkan Bentuknya
Tulang panjang : bentuknya panjang seperti pipa (contoh, tulang humerus, tulang tibia, tulang femur).
tulang pendek : bentuknya pendek dan tidak teratur (contohnya : tulang vertebrata).

2. Tulang Berdasarkan Strukturnya
Jaringan tulang muda yaitu jaringan yang lebih dekat dari jaringan ikat biasa. sel-selnya disebut kondrosit dan sel yang masih muda disebut kondroblas.

Jaringan tulang keras yaitu jaringan yang bersifat sangat keras, tidak dapat dipotong dengan pisau karena ia banyak mengandung zat kapur. dan jaringan keras ini mempunyai bagian-bagian sebagai berikut :
  1. Jaringan tulang, kompakta jaringan ini terdapat di bagian tengah dari tulang panjang (diafisi)
  2. Jaringan tulang spongiosa, jaringan ini terdapat pada bagian ujung tulang panjang (epifisis), banyak mempunyai lubang-lubang yang jelas dapat dilihat dengan mata biasa dan bentuknya menyerupai spon (busa. di dalam lubang-lubang ini terdapat sumsum tulang.
  3. Jaringan ikat periosteum yang menyelubungi setiap tulang dan mempunyai serabut kolagen
  4. Bagian tengah dari tulang panjang, terdapat ruangan yang disebut medulla ossium flava.
  5. Sumsum tulang merah terdiri dari jaringan retikuler yang terdapat : eritroblast yang kemudian menjadi eritrosit, myoblast yang kemudian menjadi leukosit, dan osteoblast (sel tulang) serta retikulosit.
  6. Antara jaringan dan sumsum tulang terdapat selaput tulang yang keras yang disebut endosteum.

Perkembangan Dan Pertumbuhan Tulang

A. Sistem kanalikuli adalah saluran halus bermuara ke celah jaringan, berhubungan langsung dengan cairan dalam sistem kanalikuli, pertukaran antara darah dan osteosit mengakibatkan tulang tetap hidup.

B. Bersifat avaskuler yaitu kandungan kapiler yang terdapat dalam saluran havers.

C. Mekanisme aposisional yaitu pertumbuhan yang tidak tepat karena interstisial tidak mungkin pada tulang rawan

D. Tidak bersifat elastis yaitu tulang dihancurkan dan dibentuk kembali dengan adanya rekonstruksi berlanjut terus.

Fungsi Jaringan Tulang

  • Menjaga berdirinya tubuh
  • Membentuk rongga untuk menyimpan (melindungi organ-organ yang halus
  • Membentuk persendian
  • Sebagai tempat melekatnya ligamen dan otot.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel