Suntikan DTP (Diphtheria, Tetanus, Dan Pertussis) Untuk Bayi

klinikabar.com, Suntikan DTP (Diphtheria, Tetanus, Dan Pertussis) Untuk Bayi - Kita semua tahu bahwa bayi-bayi harus mendapat beberapa macam suntikan untuk mengebalkan tubuh bayi dari berbagai penyakit, suntikan-suntikan yang berbagai macam itu dan waktu pemberian yang berbeda-beda akan membuat sulit anda untuk mengingat jika suatu saat dokter menanyakan pada anda.

Suntikan DTP (Diphtheria, Tetanus, Dan Pertussis)

Suntikan imunisasi DPT, karena itu sangat dianjurkan untuk mencatat macam-macam suntikan yang pernah diberikan pada bayi sejak bayi anda lahir dan catat tanggal pemberian suntikan setiap anak hendak mempunyai satu buku catatan ini, minimal mempunyai halaman khusus dalam satu buku.


Gambar Suntikan DTP (Diphtheria, Tetanus, Dan Pertussis) Untuk Bayi


Sebaiknya catat juga semua obat-obatan yang pernah didapat bayi anda, penyakit-penyakit yang pernah menyerangnya juga. jika bayi peka terhadap suatu obat, anda harus mencatatnya dengan teliti.

Simpan catatan ini sebaik-baiknya. jangan lupa membawanya kemanapun setiap anda akan bepergian bersama bayi anda. catatan ini sangat berharga, jika karena satu dan lain hal anda tidak menghubungi dokter langganan anda atau disaat anda harus mengganti dokter untuk menangani bayi anda.

mungkin anda tidak tahu suntikan apa yang diberikan dokter kepada bayi anda saat itu. dan jangan segan menanyakan pada dokter tersebut. Kadang-kadang dalam keadaan darurat anda mungkin lupa menanyakan  suntikan apa yang diberikan pada bayi anda.

Misalnya anak anda mendapat kecelakaan ketika ia jauh dari rumah, anda tidak mungkin membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat, jika anak anda mendapat luka yang dalam, mungkin dokter akan memberinya anti tetanus untuk mencegah anak terkena penyakit tetanus.

Sebelum memberikan suntikan anti tetanus pada anak anda, dokter akan bertanya terlebih dahulu tentang pernah atau tidak anak mendapat suntikan pencegahan terhadap tetanus atau pernah anak anda mendapatkan anti tetanus serum. Karena ini sangat penting untuk mempertimbangkan jenis suntikan apa yang akan diberikan pada anak anda.

Biasanya setelah pulang dari dokter tersebut anda akan lupa mencatat suntikan yang didapatnya, dalam hal ini jika suatu hari anda ingat, cobalah sedapat mungkin menanyakan jenis suntikan yang didapatkan itu, penting jika kelak anak anda mengalami luka lagi dalam waktu dekat, sehingga ia tidak perlu mendapat anti tetanus serum lagi.

Manfaat Suntikan DTP (Diphtheria, Tetanus, Pertussis atau Batuk Rejan)

Ketiga jenis suntikan pencegah ini biasanya diberikan sekaligus. penyuntikan pertama diberikan pada waktu bayi berusia 3 bulan, suntikan kedua diberikan satu bulan kemudian dan suntikan ketiga satu bulan berikutnya.

Cara penyuntikan 3 kali berturut-turut dalam selang waktu sebulan ini dinamakan pengebalan atau imunisasi dasar. untuk mendapat pengebalan dasar yang lengkap, maka ketiga suntikan ini harus diterima oleh bayi jika bayi anda baru mendapat suntikan satu kali.

Kemudian di usia 6 bulan, bayi harus dibawa kembali ke dokter untuk menerima suntikan kedua, maka suntikan pertama sudah tidak ada artinya lagi. Bayi anda harus mendapat suntikan pertama lagi dan selama 2 bulan berikutnya bayi harus mendapat suntikan  kedua dan ketiga.

Jadi jika bayi baru mendapat satu kali saja suntikan, anda harus rajin membawanya pada 2 bulan berikutnya untuk menerima suntikan-suntikan selanjutnya.

Setelah bayi mendapat pengebalan dasar lengkap, bayi akan kebal terhadap ketiga jenis penyakit itu selama beberapa tahun, kemudian kekebalannya akan menurun lagi, karena itu bayi perlu mendapat pengebalan ulang atau yang biasa disebut booster.

Booster diberikan cukup satu kali saja, diberikan pada usia 2-3 tahun dan diulang sekali lagi jika ia mulai bersekolah (antara usia 4-6 tahun) setelah itu dapat diulang setiap 5 tahun sekali. Pengebalan terhadap pertussis dihentikan jika anda sudah berusia 12 tahun.

Pada waktu bayi menerima suntikan ini, bayi harus ada dalam kondisi sebaik-baiknya, artinya bayi ada dalam keadaan sehat, jika ia sedang sakit, daya tahan tubuhnya untuk membentuk zat antibodi (zat untuk melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh) akan sangat menurun.

Umumnya setelah mendapat suntikan Dtp ini akan timbul reaksi pada tubuh bayi. Dan gejala-gejala ini timbul setelah disuntik, berupa demam, kehilangan nafsu makan, menangis terus-menerus, rewel ataupun gejala-gejala lokal berupa kemerahan dan rasanya nyeri disekitar bekas suntikan.

Biasanya dokter akan memberikan obat untuk mengurangi gejala-gejala itu, jika setelah disuntik, anak anda tiba-tiba batuk atau pilek, maka dapat dipastikan sebelum disuntik dia sudah menderita penyakit itu, hanya belum manifestasi. Suntikan DTP ini akan meninggikan sedikit bekas, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan kemudian.

Vaksinasi Pertusis atau Batuk Rejan atau Batuk 100 Hari atau Kinkhoest

Vaksin ini dibuat dari kuman-kuman penyakit ini yang telah dimatikan, vaksinasi ini tidak melindungi anak 100% dari serangan batuk rejan. Artinya walaupun anak telah mendapat pengebalan dasar lengkap dan DTP ini bayi masih mungkin mendapat penyakit batuk rejan, tetapi ia tidak akan sakit berat.

Batuk rejan sangat berbahaya jika menyerang bayi, karena batuk terus-menerus akan menyebabkan bayi tidak dapat bernapas. Selain itu akan sukar minum jika ia terus-menerus batuk. karena itu vaksinasi terhadap penyakit ini harus dilakukan sejak awal, minimal bayi harus mendapat dua suntikan agar tubuh bayi dirangsang untuk membentuk daya tahan tubuh yang tinggi, dan lebih baik bayi mendapatkan 3 kali suntikan.

Bayi yang baru satu kali mendapat suntikan jika terserang penyakit ini akan mendapat pengebalan sama sekali. Booster diberikan ketika bayi berusia 2 tahun kemudian ketika awal tahun usia sekolah anak dan 5 tahun sekali sampai anak berusia 12 tahun.

Toxoid Diphteriae

Toxoid Diptheriae dibuat dari racun yang dihasilkan oleh kuman diphtheriae (toxin-racun), toxin diolah dengan demikian rupa sehingga tidak terlalu beracun lagi bagi tubuh manusia, tetapi mempunyai potensi untuk merangsang pembentukan zat anti dalam tubuh.

Zat anti ini akan mampu menahan serangan toxin yang sebenarnya. imunisasi dasar diberikan 3 kali berurutan dengan jeda satu bulan, booster pada usia 2 tahun dan ketika mulai awal sekolah, diulangi selam 5-10 tahun sekali. toxoid ini memberikan perlindungan hampir semua terhadap penyakit diphtheria.

Toxoid Tetanus

Toxoid Tetanus dibuat dari toxin tetanus yang didapat di dalam tubuh kuman tetanus, setelah melalui beberapa proses pengolahan toxin ini tidak terlalu berbahaya bagi tubuh manusia, bahkan dapat merangsang tubuh membentuk zat anti tetanus.

Setelah imunisasi dasar, tubuh akan membentuk zat anti tetanus secara perlahan dan akan bertahan melindungi tubuh dalam jangka waktu cukup panjang. Perlu dibedakan antara tetanus toxoid dengan anti tetanus serum (ATS).

Anti Tetanus Serum (ATS) 

Anti tetanus serum adalah zat antibodi yang dibentuk oleh darah kuda yang mendapat suntikan toxoid tetanus, melalui proses yang berbelit-belit, zat antibodi ini diambil dari serum kuda dan diberikan kepada seseorang yang mendapat luka cukup dalam, sehingga dikhawatirkan kuman tetanus akan masuk dan berkembang baik di situ dan menghasilkan racun yang memberikan gejala kejang-kejang pada penderita.

Pemberian toxoid memerlukan waktu agak lama sampai tubuh mampu menghasilkan zat anti yang cukup untuk melawan toxin tetanus yang dihasilkan kuman. ATS segera setelah diberikan akan langsung bekerja melawan toxin tetanus dalam tubuh.

Seorang anak yang pernah mendapat pengebalan dasar terhadap tetanus, bila mendapat luka yang dalam, hanya perlu mendapat toxoid saja sebagai booster untuk mempertinggi daya tahan tubuhnya. umumnya booster diberikan 5 tahun sekali.

Bila dokter tidak yakin apakah orang yang mendapat luka dalam ini pernah mendapat pengebalan dasar terhadap tetanus atau belum, maka dokter akan memberikan toxoid dan ATS sekaligus. Disini ATS melindungi tubuh terhadap toxin tetanus untuk tidak boleh diberikan sembarangan diberikan, karena dapat menimbulkan berbagai bahaya yang akan dibicarakan di bawah ini.

Karena itu sangat diperlukan untuk mencatat semua suntikan yang pernah didapatkan oleh bayi anda dan membawa catatan setiap saat anda bepergian dengan anak anda. namun pada umumnya orang-orang berpikiran bahwa tetanus itu disebabkan oleh karat atau paku yang berkarat yang menyebabkan tetanus.

Sebenarnya bukan karat atau paku yang berkarat yang memberikan gejala-gejala tetanus, tetapi dimana paku itu terletak sebelumnya.

Daya pengebalan terhadap tetanus dibentuk perlahan dan baru cukup tinggi untuk melawan toxin tetanus setelah suntikan kedua, jadi jelaslah bahwa tidak ada gunannya memberikan toxoid pada seorang anak ataupun pada orang dewasa yang telah terluka, sedangkan sebelumnya ia belum pernah mendapatkan pengebalan dasar.

Pada saat itu ia harus menerima ATS agar tidak terserang penyakit tetanus, ATS ini hanya mampu melindungi tubuh selama kira-kira 1 bulan saja, sesudah itu kadarnya menurun dalam tubuh. Jadi pada saat mendapat ATS orang perlu mendapat toxoid juga untuk melindungi jangka panjang, setelah ATS menurun khasiatnya.

Pada bayi setelah mendapat imunisasi dasar lengkap, booster diberikan pada bayi usia 2 tahun dan kemudian waktu akan memasuki usia sekolah. Diulang 5 tahun sekali. jika anak terluka, cukup ia mendapat booster untuk meninggikan daya tahan tubuhnya.

Anti Tetanus Serum

Seseorang yang belum pernah mendapatkan pengebalan dasar terhadap penyakit tetanus, jika ia terluka cukup dalam, perlu mendapat pengebalan terhadap penyakit berbahaya ini saat itu juga. Tentu saja tidak mungkin memberikan toxoid pada saat itu juga, karena seperti telah kita ketahui zat anti dibentuk sangat lambat sekali dalam tubuh, diperlukan zat anti yang dapat bekerja seketika itu juga.

Karena itu dia diberi ATS yang diambil dari serum kuda, zat anti ini hanya mampu melindungi tubuh kira-kira satu bulan saja (3-4 minggu). Jadi hanya cukup melindungi tubuh sampai luka itu sembuh. beberapa bahaya dapat timbul dalam tubuh orang yang mendapat ATS ini.

Bahaya yang ditimbulkan oleh ATS ini adalah : Serum sickness, yaitu reaksi alergi terhadap serum kudam gejala-gejala timbul dua minggu setelah suntikan ATS yaitu berupa suhu tubuh yang tinggi, timbul bercak-bercak merah diseluruh tubuh (kaligata = biduran).

Terutama menyerang orang-orang yang peka terhadap serum kuda ini. Orang yang pernah mendapat serum sickness ini harus sangat berhati-hati sekali jika ia terpaksa mendapat AS untuk kedua kalinya karena akan berakibat buruk jika dia tidak dirawat dengan baik. Sebenarnya ada ATS yang dibuat dari serum manusia, dan di beberapa negara sudah menggunakan serum dari manusia ini dan serum ini belum banyak diproduksi karena sulitnya mendapatkan bahan baku.

Penutup

Kadang-kadang dokter sulit memutuskan perlu tidaknya seseorang mendapat ATS, terutama jika orang belum pernah mendapat pengebalan dasar, sedangkan luka tidak terlalu dalam dan masih diragukan adanya kuman tetanus dalam luka, ATS juga jarang sekali diberikan untuk luka teriris atau luka tercakar kucing, anjing dan binatang peliharaan lainnya.

Baca Juga Gejala Rubella Dan Cara Mengobati Campak Jerman

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel